Kerangka Tulisan

1. Latar belakang
Dunia fashion Indonesia bisa dikatakan berkembang pesat pada beberapa dekade terakhir. Hal ini didukung dari berbagai sisi baik desainer local yang semakin potensial, tingkat ekonomi yang membaik sampai sector ritel yang berkembang pesat. Acuan fashion yang paling digemari oleh konsumen local adalah dari benua eropa, sperti paris, Milan dan hongkong. Eropa karena disainnya sederhana dan klasik, hongkong karena permainan model yang sudah diadaptasi dari iklim Asia. Informasi yang seimbang antara gaya barat dan local membuat konsumen Indonesia cerdas dalam memilih yang disukainya dan cocok untuknya.
Salah satunya mengenai tas, mengapa tas? Karena tas sudah menjadi kebutuhan perorangan tidak beda dengan baju. Zaman sekarang ini semua butuh tas, walau hanya tas kecil serupa dompet, sarung handphone atau tas plastik (kresek). Dan tas-tas tersebut bisa diberikan gratis sebagai sebuah souvenir atau hadiah pembelian, yang tak lupa di tas itu sudah dicantumkan logo perusahaan, alamat dan produk yang dihasilkan.
Tidak hanya tas itu menjadi reminder produk buat yang punya tas, tapi tas tersebut juga meng-iklan-kan secara gratis ke masyarakat. Yaitu jika tas tersebut dibawa oleh yang empunya tas, jalan-jalan kemana mereka mau. Lebih lagi jika tas yang kita berikan unik dan eye catching, dengan desain yang bagus, juga bahan yang berkwalitas jadi tahan lama dipakai oleh mereka yang punya tas.
Tas yang bermerk biasanya di bandroll dengan harga yang cukup tinggi dan peminat nya pun orang-orang dikalangan atas. Merk-merk tas yang mempunyai harga tinggi antara lain Gucci, Hermes, louise vuitton, Prada dan Versace. Dan bagi kalangan menengah kebawah, merk bukanlah hal yang diutamakan. Motif menarik dan harga terjangkau menjadi pilihan mereka memilih tas. Dan biasanya tas dengan harga terjangkau adalah tas hasil produk home industry yakni usaha mandiri yang dilakukan dirumah.
Dalam kesempatan ini, saya memilih pembuatan tas karena usaha tersebut banyak ditemui di sekitar tempat tinggal saya. Dan setelah saya amati, home industry tersebut banyak membawa manfaat bagi orang sekitar, misalnya ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak putus sekolah dapat dipekerjakan di konveksi tersebut. dan ini akan membantu pendapatan keluarga. Limbahnya juga bisa untuk digunakan lagi misalnya sebagai jok bangku dengan cara dipotong kecil-kecil (perca).

2. Pembatasan dan Perumusan Masalah
Dari home Industry ini, kendala yang dihadapi cukup beragam. Misalnya mengenai distribusi. Karena ini merupakan usaha rumah tangga, skala nya pun kecil. Hal ini menyebabkan sulitnya melebarkan pendistribusian. Saat ini, produk hanya dijual disekitar Jakarta saja. Lalu mengenai persaingan usah. Dengan semakin diminatinya fashion apalagi tas, semakin banyak juga hoe industry pebuatan tas yang bermunculan, hal ini menyebabkan pengusaha harus bisa memutar otak untuk mendesain tas yang menarik agar diminati konsumen.
Masuknya produk luar pun menjadi kendala bagi usaha ini. Produk yang dimpor dari berbagai negara tersebut membuat konsumen tertarik dan sedikit demi sedikit beralih dari tas hasil produk local. Selain itu masih ada kendala lagi yang harus dihadapi, yakni konsinasi. Jika barang yang dipasarkan di toko kerjasama tidak diminati pembeli, maka itu menjadi kerugian yang berarti bagi pengusaha. System pembayaran yang biasanya melalui gori pun tidak luput dari masalah yang harus dihadapi oleh usaha ini.

3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengamati dan mengetahui cara menghadapi dan meminimalisir terjadinya kerugian akibat kedala-kendala tersebut. Mulai dari meningkatkan kualitas produk dengan cara menggunakan bahan yang kuat, mendesain motif yang eye-catching dan menarik konsumen untuk membeli. Selain itu, usaha ini harus membuat jaringan lebih luas agar pendistribusian produknya bisa lebih mudah dan semakin luas. Misalnya bekerjasama dengan koperasi, karena biasanya koperasi bisa melakukan pendekatan-pendektan dengan ibu-ibu rumah tangga yang tentu saja bisa berdampak baik bagi penjualan produk tersebut.
Home industry juga harus memikirkan management usaha nya. Usaha akan berhasil jika managmentnya baik dan tertata dengan rapi. Dan untuk mengatasi masalah keuangan, usaha ini bisa mengajukan Kredit Usaha Mandiri (KUR) yang tersedia di Bank.

4.Objek Penelitian
Objek penelitiannya yaitu tas. Bahan yang digunakan yakni ada bahan Mikro, karton untuk alas tas, kakian tas, lis untuk pinggiran, tali bisban, ritsleting dan label/merk tas. Proses pembuatannya yaitu:
Buat beberapa macam pola menurut kebutuhan dan ukuran, kemudian dipotong sesuai pola. Lalu bahan diajahit dan dipasang spon, karton untuk alas tas, tali untuk lis pinggir tas, bisban, ritsleting, kakian dibagian bawah tas dan terakhir, tas dipasangi label. Tas pun siap dipasarkan.

5. Hipotesis

Dengan semakin majunya dunia fashion, model tas juga ikut berkembang dengan pesat. Tas dibutuhkan oleh segala lapisan masyarakat. Dari anak kecil sampai dewasa. Jadi usaha tas ini sangat menjanjikan karena keuntungan yang lumayan besar dan pembuatannya tidak terlalu sulit. bisa dibilang, usaha ini akan berkembang nantinya.

Liputan Khusus | Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: